Resolusi Akhir Tahun
kita perlu bicara tentang New Year Resolution atau varian nya seperti "oh welcome dear jan/feb/mar/apr...des/ please be nice to me"
menurut productivity-guru Samuel Thomas bertopang pada tujuan (goals) dalam upaya memperbaiki kualitas diri tidaklah cukup. tujuan memiliki ancaman nya sendiri; tujuan dapat mengurangi nilai kebahagiaan, tujuan dapat merusak progres jangka panjang dan tujuan dapat membuat kita menggampangkan masa depan
setelah kita sukses kaya dan sejahtera. ada kecendrungan kita turut meningkatkan standar kebahagiaan kita. misal, sebelum kita sukses kita bisa bahagia dengan pergi ke pulau seribu. tapi setelah kita sukses, banyak yang justru melihat pulau seribu tidak lagi relevan. mereka merasa perlu berbahagia ke maldives
Samuel Thomas menawarkan pendekatan sistem yang lebih dapat diandalkan. pendekatan sistem menekankan tiga poin. pertama, tentukan apa yang ingin kita capai, kedua pilih satu habit (kegiatan yang konsisten di lakukan dari waktu ke waktu) yang mampu mendorong kita lebih dekat ke tujuan kita, dan ketiga, dalam prosesnya perbaiki sistem yang telah berjalan merespon tantangan yang muncul di tengah jalan
prakteknya, misal, kita mau kurus. kita cari dulu the-Why-nya atau bahasa sekarang Apa-Iya-nya. kenapa kita mau kurus? katakanlah badan kurus bikin kita lebih pede? Apa Iya? jangan-jangan pede bisa didapat dengan kita belajar bersyukur atas kekurangan & kelebihan diri kita, self-acceptance atau self-compassion
untuk memicu habit dilakukan kita butuh spesifik. alih-alih kita jadwalkan "sepulang kerja, gw harus lari" kita perlu sesuatu yang spesifik untuk kita bayangkan, dan well akhirnya lakukan, seperti "sepulang kerja di hari senin, selasa dan rabu gw akan lari sejauh lima kilometer". dari satu pemicu yang spesifik, habit akan tercipta dan akhirnya sistem akan terbangun